Islam Rahmat Bagi Semesta?


Islam Rahmat Bagi Semesta?

Oleh Ahmad Suhendra

Agama merupakan tatanan yang mengandung nilai-nilai kemanusiaan, etika, dan toleransi. Agama memberikan tuntunan kehidupn kepada setiap penganutnya. Ajaran yang ‘terwakili’ dalam kitab suci masing-masing agama, menjadi pegangan kaum agamawan untuk melewati perjalanan hidup melalui tuntunan agama.

Kitab suci yang mengandung nilai-nilai etis terkadang salah dipahami oleh sebagian penganut agama, terutama pemuka agama. Dengan demikian, terkadang melahirkan beberapa tindakan atas nama agama, yang semestinya tidak pantas dilakukan.

Islam, sebagai salah satu agama yang ada di muka bumi, dapat dikatakan sebagai agama rahmat bagi semesta. Apabila agama Islam adalah agama yang rasional. Karena tidak ada kebaikan dapat diwujudkan tanpa rasionalitas.

Islam, dan agama lainnya, memberikan ajaran yang rasional yang terkandung dalam kitab suci. Di dalam islam terdapat istilah Fiqh, suatu keilmuan yang berorientasi kepada masalah hokum. Pada tatanan ini, terkadang dalam beberapa keadaan, melahirkan suatu keadaan ajaran (islam) yang universal menjadi sempit.

Dengan begitu, perlu adanya rekonstruksi dalam tatanan teologi. Dengan adanya rekonstruksi pemahaman dalam tatanan teologi, maka akan melahirkan tatanan budaya dan akhirnya tatanan sosial yang dinamis dan harmonis.

Selanjutnya Islam, agama lainnya, menjadi agama peduli, artinya agama peduli terhadap nasib manusia. Agama yang menjadi rahmat bagi semesta alam harus berkepeduliaan atas manusia, terutama para, dalam istilah Islam, mustad’afin (orang-orang yang kurang berkecukupan dalam segala hal). Namun, dengan sifat keserakahan manusia, ajaran agama perihal kepedulian sesama terkadang terlupakan dalam tatanan praksis kehidupan seorang penganut agama.

Tahap berikutnya yang menjadikan Islam dan semua agama menjadi agama rahmat bagi semesta adalah agama peradaban. Ketika agama memberikan tuntunan etis-humanis dalam ajarannya yang universal, maka seharusnya pemeluk agama mengimplementasikan ajaran tersebut dalam kehidupan sosial kemasyrakatan. Hal itu dimaksudkan tercipta tatanan kemasyarakatan dengan agama peradaban.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s