Islam Rahmat Bagi Semesta?


Islam Rahmat Bagi Semesta?

Oleh Ahmad Suhendra

Agama merupakan tatanan yang mengandung nilai-nilai kemanusiaan, etika, dan toleransi. Agama memberikan tuntunan kehidupn kepada setiap penganutnya. Ajaran yang ‘terwakili’ dalam kitab suci masing-masing agama, menjadi pegangan kaum agamawan untuk melewati perjalanan hidup melalui tuntunan agama. Baca lebih lanjut

PENGEMBARAAN IMAM AL-SYAFI’I MENCARI ILMU


cover buku biografi imam al-syafi'i, sumber: koleksi pribadi

cover buku biografi imam al-syafi’i, sumber: koleksi pribadi

PENGEMBARAAN IMAM AL-SYAFI’I MENCARI ILMU

Judul              :    Biografi Imam Syafi’i: Perjalanan dan Pelajaran Hidup Sang Mujtahid

Penulis           :     Dr. Tariq Suwaidan

Penerbit         :     Zaman

Penerjemah    :     Iman Firdaus

Penyunting     :     M. Taufik Damas

Cetakan         :     I, 2011

Tebal             :     310 Halaman

ISBN             :     978-979-024-095-7

Peresensi       :     Ahmad Suhendra*

“Qauli shawab yahtamilu al-khatha’, wa qaulu ghairi khatha’ yahtamilu al-shawab.” (Pendapatku benar, tetapi ada kemungkinan salah. Pendapat orang lain salah, tetapi ada kemungkinan benar).

Ungkapan imam Al-Syafi’i di atas mengusung nilai-nilai objektivitas dan toleran atas beberapa perbedaan dalam ijtihad. Belum lagi, pergolakan politik dan perkembangan keilmuan pada masa itu. Imam Al-Syafi’i mengalami pergesekan politik dua imperium Islam, yakni dinasti Umayyah dan dinasti Abbasiyah.

Perseteruan antara ahli ra’yu dan ahli hadis yang bergejolak pada masa itu, juga ikut membentuk karakter keilmuan imam Al-Syafi’i. Selain itu, tumbuh suburnya aliran-aliran tertentu dalam fiqh juga turut berperan atas dideklarasikannya mazhab syafi’iyun. Dengan begitu, keilmuan imam Al-Syafi’i sebagai mujtahid tidak dapat dipisahkan dengan masa kejayaan Islam pada masa itu. Baca lebih lanjut

PESANTREN; PENDIDIKAN ISLAM ALA INDONESIA


PESANTREN; PENDIDIKAN ISLAM ALA INDONESIA[1]

Oleh Ahmad Suhendra, S.Th.I[2]

 

Orang yang berakal dan berbudaya takkan berdiam di satu tempat

Karena itu, tinggalkanlah kampung halaman dan mengembaralah!

Pergilah, niscaya kau akan menemukan ganti dari orang yang kau tinggalkan

Dan berusahalah karena kenikmatan hidup ada dalam usaha

Aku melihat genangan air dapat merusak air tersebut

Sekiranya air itu mengalir, niscaya ia menjadi baik, jika ia diam maka ia menjadi rusak

Jika matahari selamanya tetap pada orbitnya

Niscaya orang Arab dan non-Arab akan bisan melihatnya.[3]

 

Mencari ilmu dalam Islam adalah kegiatan yang diwajibkan bagi semua umat Islam, laki-laki maupun secara garis besar, buku ini menguraikan perihal adab seorang yang mencari ilmu dan yang berkaitan dengan hal itu. Kita pasti mengenal kitab Ta’lim Muta’alim, kitab yang menguraikan tentang ‘akhlaq’ pencari ilmu, murid kepada guru, dan sebagainya.

Buku yang dibedah berjudul Mengapa Saya Harus Mondok di Pesantren? yang diterbitkan oleh penerbit Sidogiri. Secara umum, buku ini mengulas tentang seluk-beluk kepesantrenan. Mulai dari keutamaan ilmu-ilmu agama, etika belajar, sampai pada etika murid kepada guru dan sebaliknya. Baca lebih lanjut

ROMANTIKA-RELIGIUS PENGANTIN SURGA


Cover Buku, sumber: koleksi pribadi
 

Judul            : Pengantin Surga

Penulis          : Nizami Ganjavi

Penerjemah   : Ali Nur Zaman

Penyunting   : Salahuddien Gz

Penerbit        : Dolphin, Jakarta

Cetakan        : I, Juli 2012

Tebal            : 250 Halaman

ISBN            : 978-979-17998-3-6

Ajaran hikmah para sufi memberikan pengertian berbeda tentang romantika percintaan. Syair-syair romantik yang dibalut dengan nilai-nilai spritualitas-religius khas sufistik memberikan nilai lebih tersendiri.

Apabila cinta tidak ada, maka tidak ada perdamaian di dunia ini. Apabila cinta hilang dari permukaan, maka tidak ada rahmat Tuhan di sana. Hanya cinta sejati yang dapat memberikan energi kehidupan yang penuh dengan romantika-religius. Seluruh tuntutan suci yang merujuk pada nilai-nilai ke-Tuhanan pasti mengupas makna cinta (Zhaenal Fanani, 2011). Baca lebih lanjut

STRATEGI BELAJAR


GambarGambar

A.    Pengajaran Langsung

Model pengajaran langsung dirancang untuk menunjang proses belajar siswa berkenaan dengan pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang terstruktur dengan baik dan dapat dipelajari selangkah demi selangkah. Pengajaran langsung tidak sama dengan ceramah, tetapi ceramah dan resitasi (pengecekan pemahaman dengan tanya jawab) berhubungan erat dengan model pembelajaran langsung. Baca lebih lanjut