PESANTREN; PENDIDIKAN ISLAM ALA INDONESIA


PESANTREN; PENDIDIKAN ISLAM ALA INDONESIA[1]

Oleh Ahmad Suhendra, S.Th.I[2]

 

Orang yang berakal dan berbudaya takkan berdiam di satu tempat

Karena itu, tinggalkanlah kampung halaman dan mengembaralah!

Pergilah, niscaya kau akan menemukan ganti dari orang yang kau tinggalkan

Dan berusahalah karena kenikmatan hidup ada dalam usaha

Aku melihat genangan air dapat merusak air tersebut

Sekiranya air itu mengalir, niscaya ia menjadi baik, jika ia diam maka ia menjadi rusak

Jika matahari selamanya tetap pada orbitnya

Niscaya orang Arab dan non-Arab akan bisan melihatnya.[3]

 

Mencari ilmu dalam Islam adalah kegiatan yang diwajibkan bagi semua umat Islam, laki-laki maupun secara garis besar, buku ini menguraikan perihal adab seorang yang mencari ilmu dan yang berkaitan dengan hal itu. Kita pasti mengenal kitab Ta’lim Muta’alim, kitab yang menguraikan tentang ‘akhlaq’ pencari ilmu, murid kepada guru, dan sebagainya.

Buku yang dibedah berjudul Mengapa Saya Harus Mondok di Pesantren? yang diterbitkan oleh penerbit Sidogiri. Secara umum, buku ini mengulas tentang seluk-beluk kepesantrenan. Mulai dari keutamaan ilmu-ilmu agama, etika belajar, sampai pada etika murid kepada guru dan sebaliknya. Baca lebih lanjut

STRATEGI BELAJAR


GambarGambar

A.    Pengajaran Langsung

Model pengajaran langsung dirancang untuk menunjang proses belajar siswa berkenaan dengan pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang terstruktur dengan baik dan dapat dipelajari selangkah demi selangkah. Pengajaran langsung tidak sama dengan ceramah, tetapi ceramah dan resitasi (pengecekan pemahaman dengan tanya jawab) berhubungan erat dengan model pembelajaran langsung. Baca lebih lanjut

PENDIDIKAN DALAM AL-QUR’AN


English: 11th Century North African Qur’an in ...

English: 11th Century North African Qur’an in the British Museum (Photo credit: Wikipedia)

  1. Is not Allah sufficient for his servant? - II

    Is not Allah sufficient for his servant? – II (Photo credit: д§mд)

    A.    Pendahuluan

Dunia pendidikan di Indonesia sampai saat ini masih memprihatinkan. Realitas dunia pendidikan Indonesia saat ini tampaknya menunjukkan semakin terpisahnya antara apa yang dipelajari di bangku sekolah dengan pengalaman konkret dalam masyarakat. Belum lagi, biaya pendidikan bagi rakyat kecil seolah masih menjadi ‘barang mahal’. Dengan berbagai problem yang mengitari dunia pendidikan Indonesia, setidaknya ada dua hal yang menjadi konteks reformasi pendidikan Indonesia. Pertama, tentang sistem pendidikan di Indonesia dan perubahan-perubahan besar yang terjadi sejak diterapkannya sistem sosio-politik yang demokratis, yang berdampak signifikan pada dunia pendidikan. Kedua, reformasi manajemen dan kurikulum yang telah mengikuti perubahan politik, nilai-nilai, cara berpikir yang diwujudkannya.[1] Baca lebih lanjut